INSTALASI MOODLE PADA UBUNTU 12.04 SERVER

MODUL PRAKTIKUM

INSTALASI MOODLE PADA UBUNTU 12.04 SERVER

TIM PENYUSUN

SISKA DWI HERNANING                        (100533404121)

PRAMESTHI HANDARU              (100533404331)

ONNY INDATRISNA                     (100533400000)

PRICHO HENDRAWAN               (100533402593)

NIKO BAGUS KARUNIAWAN   (100533402581)

ROBY ARDIYANTO                      (100533402564)

 

2012

Modul Praktikum

Instalasi Moodle pada Ubuntu 12.04 Server

  1. A.    Tujuan :
  2. Mahasiswa dapat mengetahui langkah-langkah instalasi moodle pada Ubuntu 12.04 server
  3. Mahasiswa dapat mengetahui software apa saja yang dibutuhkan untuk  instalasi moodle pada Ubuntu 12.04
  1. B.     Alokasi waktu :

4 x 45 menit

  1. C.    Alat dan Bahan
  • PC / Laptop yang telah terinstall sistem operasi Ubuntu 12.04 dan LAMPP.
  • Aplikasi moodle versi 1.9 (moodle-latest-20.tgz)
  • Koneksi internet
  1. D.    Dasar Teori
    1. Moodle

Moodle adalah singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment yakni suatu paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan situs web yang menggunakan prinsip social constructionist pedagogy. MOODLE merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi, yang dikenal dengan konsep pembelajaran elektronik atau e-learning. Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open source) di bawah lisensi GNU. Moodle dapat diinstal di komputer dan sistem operasi apapun yang bisa menjalankan PHP dan mendukung database SQL.

Untuk penggunaannya sendiri khususnya di dunia e-learning Indonesia, Moodle lebih dikenal fungsinya sebagai Course Management System atau “Learning Management System” (LMS). Dengan tampilan seperti halaman web pada umumnya, Moodle memiliki fitur untuk menyajikan kursus (course), dimana pengajar bisa mengunggah materi ajar, soal dan tugas. Murid bisa masuk log ke Moodle kemudian memilih kursus yang disediakan atau di-enroll untuknya. Aktivitas murid di dalam Moodle ini akan terpantau progress dan nilainya. Di Indonesia sendiri, diketahui bahwa Moodle telah dimanfaatkan untuk sekolah menengah, perguruan tinggi dan perusahaan.

Fitur-fitur yang disediakan moodle pun cukup lengkap ,kayata :

  • Assignment submission
  • Forum diskusi
  • Unduh arsip
  • Peringkat/Grade,Rangking
  • Chat
  • Kalender online
  • Berita
  • Kuis online (ini yang coba di coba penulis)
  • Wiki (fitur lebih lengkap bisa anda coba pake mediawiki)
  1. LAMPP

LAMPP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap.

Komponen-komponen dari LAMPP:

  1. Linux sebagai sistem operasi
  2. Apache HTTP Server sebagai web server
  3. MySQL sebagai sistem basis data
  4. Perl atau PHP atau Pyton sebagai bahasa pemrograman yang dipakai

Beberapa perangkat lunak yang menggunakan konfigurasi LAMP antara lain MediaWiki dan Bugzilla. LAMP adalah singkatan untuk beberapa, perangkat lunak open source, awalnya diciptakan dari huruf pertama dari Linux (sistem operasi), Apache HTTP Server, MySQL (software database) dan Perl / PHP Python /, komponen utama untuk membangun layak web server tujuan umum.

Kombinasi yang tepat dari perangkat lunak yang disertakan dalam paket LAMP mungkin berbeda, terutama berkenaan dengan perangkat lunak web scripting, seperti PHP dapat diganti atau dilengkapi dengan Perl dan / atau Python.  istilah serupa ada untuk dasarnya suite perangkat lunak yang sama (AMP ) yang berjalan pada sistem operasi lain, seperti Microsoft Windows (WAMP), Mac OS (MAMP), Solaris (Samp), atau OpenBSD (OAMP). Meskipun penulis asli program ini tidak merancang mereka semua untuk bekerja secara khusus satu sama lain, filosofi pengembangan dan set alat dibagi dan dikembangkan bersama dekat. Kombinasi perangkat lunak telah menjadi populer karena bebas biaya, sumber terbuka, dan karena itu mudah beradaptasi, dan karena di mana-mana komponen yang dibundel dengan kebanyakan distribusi Linux saat ini. Ketika digunakan bersama-sama, mereka membentuk setumpuk solusi teknologi yang mendukung server aplikasi.

Menurut para pendukungnya, LAMP stack menawarkan sejumlah besar keuntungan untuk pengembang:

  1. Mudah kode: Novis dapat membangun sesuatu dan mendapatkan itu dan berjalan sangat cepat dengan PHP dan MySQL.
  2. Mudah untuk menyebarkan: Karena PHP adalah modul Apache standar, mudah untuk menggunakan LAMP aplikasi web dengan meng-upload file php ke server Apache dan koneksi ke database MySQL.
  3. Mengembangkan lokal: LAMP dapat diatur sehingga sebuah aplikasi dapat dibangun secara lokal, kemudian disebarkan ke Web.
  4.  Murah dan hosting di mana-mana:. Banyak web host murah menyediakan layanan PHP dan MySQL
  1. Ubuntu 12.04

Ubuntu 12.04 adalah sebuah versi Distro yang dirilis pada Tahun 2012 pada Bulan April, Distro ini merupakan Distro dengan Label LTS (Long Term Support) artinya Distro ini layak / sangat disarankan untuk digunakan, karena dilihat dari kestabilan / kenyamanan dalam penggunaannya.

Berikut adalah beberapa fitur / kelebihan yang dimiliki oleh ubuntu 12.04 LTS :

  • Peningkatan antarmuka untuk Unity (versi 5.10) yang membawa kinerja yang lebih baik dan pengguna sekarang dapat menggunakan Dash untuk mencari video, baik lokal maupun online (YouTube, Vimeo, dll).
  • Peningkatan dukungan multi-monitor.

X.org v 7.6 / Xorg Server v 1.11.4 / GNOME 3.4.1

  • The HUD baru memungkinkan pengguna untuk lebih cepat melakukan tindakan yang diinginkan tanpa mencari di dalam menu. HUD dapat diaktifkan dengan menekan tombol ALT. Rilis ini didasarkan pada kernel 3.2.x yang membawa dukungan perangkat lebih dan perbaikan kinerja.

Adapun aplikasi standar, Ubuntu 12,04 LTS Precise Pangolin dilengkapi dengan LibreOffice 3.5.2, Firefox 11, Thunderbird 11.0.1, Nautilus 3.4.1, Banshee diganti dengan Rhythmbox karena masalah stabilitas, dll.

Para pengembang sistem operasi open source Ubuntu telah mengumumkan rilis terbaru sistem operasi mereka, Ubuntu 12.04 dengan kode rilis Precise Pangolin. Rilis terbaru ini membawa perbaikan dan paket perangkat lunak yang telah diperbarui serta perubahan tampilan antar muka pengguna. Ubuntu 12.04 ini adalah termasuk rilis LTS (Long Term Support) atau dukungan jangka panjang hingga 3 tahun untuk versi desktop dan 5 tahun untuk versi server. Jika Ubuntu rilis reguler, dukungan hanya diberikan Canonical hingga 18 bulan saja.

Rilis Ubuntu 12.04 ini adalah rilis LTS pertama yang akan menerima dukungan jangka panjang hingga 5 tahun, sebelumnya LTS versi desktop hanya mendapat dukungan hingga 3 tahun saja. Ubuntu 12.04 ini menggunakan lingkungan desktop Unity yang telah dipakai oleh Ubuntu sejak versi 11.04 dan pada rilis baru ini mengalami banyak perubahan.

Perubahan yang paling signifikan dari Ubuntu 12.04 Precise Pangolin ini adalah penambahan HUD (Head-Up Display) menu yang memudahkan pengguna untuk mengakses menu, pengguna hanya cukup menekan satu tombol untuk mengaktifkan HUD dan mulai mengetik apa yang akan dilakukan pengguna.

Perangkat Lunak Ubuntu 12.04

Seperti yang dikutip dari ArsTechnica, Ubuntu 12.04 membawa perubahan pada jajaran aplikasi yang telah terinstall secara default di distro populer ini.

Pada software pemutar musik, Ubuntu 12.04 kembali menggunakan Rhytmbox untuk menggantikan Bansee yang telah dipakai Ubuntu sejak rilis versi 11.04.

Ubuntu 12.04 juga memanjakan pengguna kantoran dengan membawa versi terbaru dari software office open source, LibreOffice. Ubuntu juga memperbaiki dukungan terhadap hardware untuk kompatibilitas yang lebih baik.

Varian Rilis Ubuntu 12.04 :

  • Ubuntu tersedia dengan berbagai pilihan lingkungan desktop seperti KDE (Kubuntu) dan LXDE (Lubuntu) namun pengembang mengumumkan bahwa Kubuntu 12.04 adalah rilis terakhir dari Kubuntu yang didukung oleh Canonical.
  • Ubuntu tersedia untuk platform desktop maupun server serta mendukung arsitektur 32 maupun 64bit.


  1. E.     Langkah-Langkah Praktikum

Instalasi moodle pada praktikum ini menggunakan source moodle dengan ekstensi .tgz.

  1. Setelah komputer menyala, masuk ke terminal atau dengan mengetik Ctrl+Alt+t.
  1. Langkah pertama, download terlebih dahulu aplikasi moodle dengan mengetikkan alamat url download moodle :

wget http://download.moodle.org/download.php/direct/stable19/moodle-latest-19.tgz

Gambar 1. Tampilan download moodle pada terminal

    1. Setelah itu tunggu hingga moodle selesai didownload
  1. Tampilan setelah moodle selesai didownload

Gambar 2. Tampilan setelah download moodle pada terminal selesai

Gambar 3. Tampilan setelah download moodle pada terminal selesai

  1. Kemudian ekstrak hasil  download tadi dengan mengetikkan :

tar –zxvf moodle-latest-19.tgz

Gambar 4. Tampilan setelah download moodle pada terminal selesai

  1. Mengganti kepemilikan dari semua instalasi tadi untuk pengguna, dengan cara mengetikkan :

sudo chown -R www-data:www-data moodle/

Sebelumnya masuk ke folder www dengan cara mengetikkan cd lalu cd /var/www.

Gambar 5. Tampilan masuk ke direktori www

  1. Buat direktori baru untuk data moodle dengan mengetikkan :

sudo mkdir /var/moodledata

sudo chown -R www-data:www-data /var/moodledata

Gambar 6. Tampilan membuat direktori baru

Gambar 7. Tampilan membuat direktori baru

  1. Memulai mysql dengan cara mengetikkan  :

mysql –u root -p

Gambar 8. Tampilan memulai mysql

  1. Buat database dbmoodle dengan cara mengetikkan :

create database dbmoodle;

alter database dbmoodle charset=utf8;

Gambar 9. Tampilan membuat direktori baru

Untuk konfigurasi moodle selanjutnya, kita menggunakan komputer sebagai host karena pada Ubuntu server 12.04 tidak menggunakan web browser. Untuk instalasi moodle selanjutnya dengan cara mengetikkan alamat IP pada web browser. Untuk mengecek alamat IP yang digunakan untuk instalasi moodle, ketik ifconfig pada terminal.

  1. Buka web browser, lalu ketik alamat IP untuk membuka memulai instalasi moodle.

Misal alamat IP yang digunakan adalah 10.0.2.15.

  1. Lalu akan tampil halaman instalasi seperti di bawah ini:

Gambar 10. Tampilan awal instalasi moodle

  1. Pilih bahasa yang diinginkan.
  2. Klik next

Gambar 11. Tampilan checking PHP settings

  1. Lalu klik next

Gambar 12. Tampilan setelah klik next

  1. Isi form yang ada pada tampilan selanjutnya, pilih database dbmoodle

Gambar 13. Tampilan form

  1. Tampilan setelah next

Gambar 14. Tampilan server checks

  1. Download bahasa Indonesia untuk moodle

Gambar 15. Tampilan download bahasa

  1. Setelah download sukses, maka klik lanjut

Gambar 16. Tampilan jika download sukses

  1. Lalu klik Yes

Gambar 17. Tampilan setelah konfigurasi selesai

  1. Kemudian klik continue

Gambar 18. Tampilan proses memasukkan data ke database

  1. Lalu akan muncul proses setting up database

Gambar 19. Tampilan proses memasukkan data ke database

  1. Proses upload database

Gambar 20. Tampilan proses upload database

  1. Dalam proses akan muncul tombol continue yang secara otomatis akan berjalan sampai proses selesai.

Gambar 21. Tampilan proses continue

  1. Setelah proses selesai akan muncul form general yang harus diisi. Pastikan kolom yang bertanda bintang diisi semua.

Gambar 22. Tampilan form general

  1. Isi deskripsi tentang moodle yang akan dibuat.
  2. Setelah terisi semua, pilih tombol update profile

Gambar 23. Tampilan form deskripsi tentang moodle

  1. Pada New Setting –Front Page Setting, tulis Full site nama

Contoh hasil pengisian :

Gambar 24. Tampilan hasil pengisian

  1. Klik tombol save change

Gambar 25. Tampilan setelah save changes

  1. Tampilan hasil dari pengisian

Gambar 26. Tampilan hasil dari pengisiam

  1. Untuk melihat tampilan pada user klik Logout.

Berikut ini adalah tampilan setelah logout :

Gambar 27. Tampilan halaman user

 

Mengubah ukuran file yang bisa di-upload pada moodle.

Pada penggunaan moodle sebagai media pembelajaran, biasanya maksimal ukuran file yang di-upload hanya 2 MB. Untuk mengubah ukuran file maksimal yang bisa di-upload di moodle, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Langkah pertama, masuk ke terminal lalu login sebagai root dengan mengetikkan su yang artinya superuser. Lalu masukkan password.

Gambar 28. Tampilan Mengubah Ukuran File

  1. Masuk ke direktori tempat file php.ini untuk mengubah ukuran maksimal file yang bisa di-upload dengan mengetikkan :

cd /etc/php5/apache2# ls

ls

Gambar 29. Tampilan direktori tempat php.ini

  1. Lalu buka dan edit file php.ini dengan mengetikkan perintah dengan nano php.ini

Gambar 30. Tampilan edit file php.ini

  1. Lalu akan muncul isi dari file php.ini. cari dan edit ukurannya, ukuran awal sbb :

post_max_size = 2M

upload_max_filesize = 2M

Gambar 31. Tampilan isi File php.ini

Gambar 32. Tampilan edit ukuran

  1. Ubah ukuran sesuai dengan yang diinginkan, misal :

post_max_size = 1024M

upload_max_filesize = 16M

Gambar 33. Tampilan mengubah ukuran

Gambar 34. Tampilan mengubah ukuran

  1. Tekan ctrl x untuk exit. Lalu tekan Y untuk menyimpan hasil perubahan.

Gambar 35. Tampilan menyimpan hasil perubahan dan exit

  1. Lalu restart  apache dengan mengetikkan :

etc/init.d/apache2 restart

Gambar 36. Tampilan Restart Apache

  1. Hasil restart

Gambar 37. Tampilan Hasil Restart

Dan maksimum ukuran file yang bisa di-upload bisa diatur di menu coursesàcourse default setting à maximum upload size, di moodle.

Gambar 38. Tampilan Course Default Settings


Mengubah template pada moodle

 

  1. Pilih menu Appearance , lalu pilih Themes, pilih Themes selector lalu akan muncul daftar tema yang bisa dipilih.

Gambar 39. Tampilan Menu Themes

  1. Lalu klik choose pada tema yang diinginkan.

Gambar 40. Tampilan Proses Pemilihan Themes

  1. Lalu klik continue untuk kembali ke halaman admin.

Gambar 41. Tampilan Akhir Proses Perubahan Themes


  1. F.     Tugas Praktikum

Akses moodle dari komputer lain dengan ubuntu server yang kita install sebagai server dan tampilkan screenshotnya!

  1. G.    Daftar Rujukan

http://ubuntuserverguide.com/2012/11/how-to-install-moodle-on-ubuntu-server-12-04.html, (diakses 11 November 2012)

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Instalasi_Moodle,

(diakses tanggal 29 November 2012)

http://fxekobudi.net/open-source/instalasi-moodle-2-0-di-localhost-ubuntu/,

(diakses tanggal 29 November 2012)

http://download.moodle.org/download.php/lang16/id_utf8.zip,

(diakses tanggal 29 November 2012)

Testing Pada Aplikasi “Si RaJa”

Si RaJa [Sinau Aksara Jawa]

 A.    Pengantar

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia dan menjadi salah satu bukti kekayaan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia. Dewasa ini telah kita ketahui bahwa bahasa jawa banyak tidak diminati oleh masyarakat jawa sendiri, tetapi masyarakat luar jawa seperti orang luar negeri banyak yang minat untuk belajar bahasa jawa dan khususnya aksara jawa. Solusi untuk pembelajaran bahasa ini hanya lewat buku Pepak Aksara Jawa, tetapi buku ini masih belum bisa menarik minat masyarakat dan pelajar untuk mempelajari Bahasa Jawa.

Perkembangan teknologi semakin pesat dan cepat khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Dari teknologi yang kian maju inilah yang memotivasi kami untuk membuat suatu aplikasi pembelajaran bahasa/aksara jawa. Maka, kami mempunyai solusi untuk menambah minat masyarakat agar tidak meninggalkan bahasa jawa dan mempermudah masyarakat luar negeri yang minat belajar bahasa jawa / aksara jawa hanya dalam genggaman, lewat Aplikasi “Sinau Aksara Jawa”. Dengan fitur yang menarik agar user lebih minat dalam belajar bahasa jawa.

Aplikasi “Sinau Aksara Jawa” ini merupakan aplikasi yang akan dijalankan lewat sistem operasi Android. Dengan didasarkan dengan kemenarikan aplikasi yang kita ajukan, kami berharap aplikasi ini benar-benar menjadi solusi terhadap individu yang membutuhkan solusi dalam pembelajaran bahasa jawa.

B.     Analisis Kebutuhan Sistem

Aplikasi ini mempunyai fitur antara lain :

  • Aksara Jawa (ho, no, co, ro s/d ngo)
  • Menampilkan tulisan aksara jawa sesuai dengan inputan dari user
  • Terdapat contoh penulisan kata sederhana dengan menggunakan aksara jawa
  • Animasi gambar anak kecil dengan menggunakan baju adat jawa pada tampilan awal aplikasi

Kebutuhan Sistem

  •  File bentuk gambar tulisan jawa
  •  Menampilkan contoh kata dengan aksara jawa

 C.    Prosedur Pengujian

Pengujian yang dilakukan terhadap aplikasi “Si RaJa” ini menggunakan metode pengujian Black Box Testing. Pengujian Black Box Testing dilakukan dengan cara menguji beberapa aspek sistem dengan sedikit memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Aplikasi dikatakan dapat berfungsi dengan baik yaitu pada saat input diberikan dan output memberikan hasil sesuai dengan spesifikasi sistem yang dibuat.

  1. Katagori Keberhasilan dalam Pengujian

Dalam pengujian terhadap sebuah perangkat lunak harus ditetapkan katagori keberhasilan dalam setiap kasus uji yang dilakukan, berikut ini dikelompokkan dua katagori keberhasilan sebagai berikut :

  • Berhasil

Untuk katagori berhasil, jika dalam sebuah kasus uji telah memenuhi tujuan pengujian yang telah ditetapkan, serta memiliki kinerja seperti yang diharapkan.

  • Tidak Memenuhi

Untuk katagori tidak memenuhi, jika dalam sebuah kasus uji TIDAK memenuhi tujuan pengujian yang telah ditetapkan. Dalam hal ini kasus uji tersebut dinyatakan tidak memenuhi.

 D.    Hasil Pengujian

Aplikasi yang telah dirancang perlu diuji melalui berbagai macam proses. Pada pengujian aplikasi “Si RaJa” ini menggunakan pengujian yang di utamakan pada user interface, untuk mendukung hal tersebut pengujian menggunakan Black Box Testing.

Rekap Pengujian

Berikut ini adalah rekap hasil pengujian terhadap menu-menu yang dikembangkan dalam aplikasi “Si RaJa”.

No. Menu Unjuk Kerja Keterangan
1. Home Menampilkan tampilan home Berhasil
  Menampilakan menu Start, Tutorial, About us Berhasil
  Menampilkan menu materi setelah user mengeklik Start Berhasil
  Menampilkan penjelasan prosedur penggunaan materi setelah user mengeklik Tutorial Berhasil
  Menampilakan struktur organisasi dari pembuat organisai setelah user mengeklik About Us Berhasil
 
2. Start Menampilkan materi aksara jawa Berhasil
  Menampilkan menu baru yang berisi tentang contoh-contoh kata setelah user mengeklik huruf aksara jawa Berhasil
  Menampilkan button Play Berhasil
  Menampilkan button Prev dan Next Berhasil
  Menampilkan menu test akademi setelah user mengeklik button play Berhasil
3. Quiz Menampilkan gambar animasi Berhasil
  Menampilkan kata aksara jawa Berhasil
  Menampilkan uju akademi berupa mencocokkan huruf Berhasil
  Menampilkan test akademi yang lain setelah user mengeklik button Next Berhasil
  Menampilkan menu Home setelah user mengeklik button Home Berhasil
  Meng drag and drop aksara jawa ke menu Tidak memenuhi
  Menampilakan nilai hasil kerja Quiz Tidak Memenuhi

D. Pembahasan Hasil Pengujian

            Berdasarkan hasil ujian yang telah dilakukan, aplikasi Si RaJa ini sudah memenuhi kriteria unjuk kerja yang telah ditetapkan. Pengujian terhadap fungsionalitas setiap menu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari sisi lain aplikasi ini telah sesuai perencanaan dan perancangan, tetapi terdapat kendala dalam source code untuk mengaplikasikan size gambar dari aplikasi yang telah kami buat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa system dari aplikasi Si RaJa ini bekerja 100% benar dan dapat digunakan sesuai fungsionalitasnya.

Dari pengujian yang telah dilakukan kami menggunakan beberapa media/HP untuk mencoba apakah aplikasi ini benar-benar bisa di jalankan dengan OS ANDROID, media tersebut diantaranya :

  1. Samsung Galaxy Y GT-S 5360, OS Android version 2.3.6 (Gingerbread)
  2. Samsung Galaxy ACE GT-S5830, OS Android version 2.2.1 (Froyo), resolution 480_320

Setelah dilakuakan uji fungsionalitas  dengan tiga media yang memiliki berbagai resolusi  aplikasi Si RaJa dapat berjalan dengan Menggembirakan.

Bakteri Bacillus Cereus

Bacillus cereus telah dikenali sebagai salah satu penyebab keracunan pada makanan sejak tahun 1955, sejak saat itu mikroorganisme ini telah menarik banyak perhatian dan menjadi salah satu penyebab keracunan pada pangan yang termasuk sering ditemukan. Sekitar 5% dari semua kasus keracunan pangan di Eropa tahun 1990 yang telah dilaporkan ke World Health Organization Survaillance Programme disebabkan oleh Bacillus cereus (WHO, 1990). Menurut data kasus jumlah minimal Bacillus cereus yang dapat menimbulkan keracunan pada pangan adalah sekitar 105 sel / gram pangan (CDCP, 1979) Berikut ini merupakan klasifikasi dari Bacillus cereus:

Kingdom         : Bacteria

Phylum            : Firmicutes

Class                : Bacilli

Order               : Bacillales

Family             : Bacillaceae

Genus              : Bacillus

Spesies            : Bacillus cereus

Karakteristik umum

Bacillus cereus merupakan golongan bakteri Gram-positif (bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram), aerob fakultatif (dapat menggunakan oksigen tetapi dapat juga menghasilkan energi secara anaerobik), dan dapat membentuk spora (endospora). Spora Bacillus cereus lebih tahan pada panas kering daripada pada panas lembab dan dapat bertahan lama pada produk yang kering. Selnya berbentuk batang besar (bacillus) dan sporanya tidak membengkakkan sporangiumnya.

Sifat-sifat dan karakteristik-karakteristik lainnya, termasuk sifat-sifat biokimia, digunakan untuk membedakan dan menentukan keberadaan Bacillus cereus, walaupun sifat-sifat ini juga dimiliki oleh Bacillus cereus var. mycoides, Bacillus thuringiensis dan Bacillus anthracis. Organisme-organisme ini dapat dibedakan berdasarkan pada motilitas / gerakan (kebanyakan Bacillus cereus motil / dapat bergerak), keberadaan kristal racun (pada Bacillus thuringiensis ), kemampuan untuk menghancurkan sel darah merah (aktivitas hemolytic) (Bacillus cereus dan lainnya bersifat beta haemolytic sementara Bacillus anthracis tidak bersifat hemolytic), dan pertumbuhan rhizoid (struktur seperti akar), yang merupakan sifat khas dari Bacillus cereus var. mycoides .

Tabel 1. Kondisi yang Diperlukan bagi Pertumbuhan Bacillus cereus

Parameter
Suhu

pH

aw

< 4 oC (4 – 50 oC)

< 4,4 (4,4 – 9,3)

< 0,91

Jumlah Bacillus cereus yang ditemukan dalam susu segar pasteurisasi < 10 organisme / 100 ml
Jumlah indikasi Bacillus cereus yang menyebabkan foodborne disease > 105 cfu g -1 atu ml -1
Konsentrasi pada makanan yang terkait dengan racun makanan Bacillus cereus 105 to > 109 cfu ml -1 atau g -1

Tipe Keracunan

Keracunan akan timbul jika seseorang menelan makanan atau minuman yang mengandung bakteri atau bentuk sporanya, kemudian bakteri bereproduksi dan menghasilkan toksin di dalam usus, atau seseorang mengkonsumsi pangan yang telah mengandung toksin tersebut. Ada dua tipe toksin yang dihasilkan oleh Bacillus cereus, yaitu toksin yang menyebabkan diare (disebabkan oleh protein dengan berat molekul besar) dan toksin yang menyebabkan muntah atau emesis (disebabkan oleh peptida tahan panas dengan berat molekul rendah). Gejala keracunannya, yaitu:

Tipe penyebab diare (diarrheal form) atau Long Incubation

Tipe ini merupakan tipe yang paling ditemukan kasusnya dan terjadi bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab diare, maka gejala yang timbul berhubungan dengan saluran pencernaan bagian bawah berupa mual, nyeri perut seperti kram, diare berair, yang terjadi 8-16 jam setelah mengkonsumsi pangan yang telah terkontaminasi Bacillus cereus. Rasa mual mungkin seringkali terjadi untuk tipe kasus ini akan tetapi jarang terjadi muntah atau emesis. Kasusnya hampir mirip dengan keracunan makanan yang disebabkan oleh Clostridium perfringens. Pada sebagian besar kasus gejala-gejala ini akan tetap berlangsung selama 12 – 24 jam tetapi untuk beberapa kasus akan lebih lama (Lancette dan Harmon, 1980).

  1. Tipe penyebab muntah (emetic form) atau Short Incubation

Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab muntah, gejala yang timbul akan bersifat lebih parah dan akut serta berhubungan dengan saluran pencernaan bagian atas, berupa mual dan muntah yang dimulai 1 – 6 jam setelah mengkonsumsi pangan yang terkontaminasi oleh Bacillus cereus. Kadang-kadang kram perut dan / atau diare dapat juga terjadi. Umumnya gejala terjadi selama kurang dari 24 jam. Kasusnya mirip dengan keracunan makanan yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus (staph) dalam hal gejala dan waktu inkubasinya. Beberapa strain Bacillus subtilis dan Bacillus licheniformis telah diisolasi dari kambing dan ayam yang dicurigai menjadi penyebab kasus keracunan makanan. Organisme-organisme ini menghasilkan racun yang sangat tahan panas yang mungkin mirip dengan racun penyebab muntah yang diproduksi oleh Bacillus cereus .

Tabel 2. Karakteristik Penyakit Akibat Bacillus cereus

  Tipe Diare Tipe Muntah
Dosis infektif

Produksi toksin

Tipe Toksin

Masa inkubasi

Lama penyakit

Gejala

Pangan yang sering tercemar

10 5 – 107 sel / g

Pada usus halus penderita

Protein

8 – 16 jam

12 – 24 jam (bias > 24 jam)

Mual, nyeri perut seperti kram, dan diare berair

Produk asal daging, sup, sayuran, susu, pudding, dll.

105 – 108 sel / g

Terbentuk pada pangan

Peptida siklik

1 – 6 jam

6 – 24 jam

Mual dan muntah

Nasi, pasta, mie, dll.

Sumber: Granum dan Lund, 1997.

 
Gambar

Koloni Bacillus cereus pada agar

 

Bacillus cereus


Koloni Bacillus cereus

 

Spora Bacillus cereus

 

Sumber by : http://rismanismail2.wordpress.com/2010/12/09/bacillus-cereus/

RISMAN ISMAIL, B251100031, KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER

Profesionalisme Guru

BAB VII

PROFESIONALISME GURU

TUJUAN PENGAJARAN :

  1. 1.      Memahami Sikap dan perilaku Guru cermin keteladanan
  2. 2.      Menjelaskan Pengertian dan isi kode etik Guru
  3. 3.      Memahami Persyaratan kompetensi sebagai Guru
  4. 4.      Memahami UU Guru dan Dosen
  5. 5.      Mewujudkan ciri-ciri citra Guru efektif

Profesionalisme guru adalah kemampuan untuk mengajar dan bernegosiasi, memotivasi, mampu mengubah visi menjadi kenyataan.

  1. 1.      Sikap dan perilaku guru cermin keteladanan

    Pemerintah sering melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
    Latar belakang pendidikan ini mestinya berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhi. Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam pembelajaran ada tujuh kesalahan.

Kesalahan-kesalahan itu antara lain:
1. mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,
2. menunggu peserta didik berperilaku negatif,
3. menggunakan destruktif discipline,
4. mengabaikan kebutuhan-kebutuhan khusus (perbedaan individu) peserta didik,
5. merasa diri paling pandai di kelasnya,
6. tidak adil (diskriminatif), serta
7. memaksakan hak peserta didik (Mulyasa, 2005:20).

Untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut maka seorang guru yang profesional harus memiliki empat kompetensi. Kompetensi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dosen dan Guru,

Kompetnsi terebut yakni:
1. kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.
2. kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik,
3. kompetensi profesional adalah kamampuan penguasaan materi pelajaran luas mendalam,
4. kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Sikap dikatakan sebagai suatu respons evaluatif. Respon hanya akan timbul, apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang dikehendaki adanya reaksi individual. Respon evaluatif berarti bahwa bentuk reaksi yang dinyatakan sebagai sikap itu timbul didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik buruk, positif negati, menyenangkan-tidak menyenangkan, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap (Azwar, 2000: 15).

Sedangkan perilaku merupakan bentuk tindakan nyata seseorang sebagai akibat dari adanya aksi respon dan reaksi. Menurut Mann dalam Azwar (2000) sikap merupakan predisposisi evaluatif yang banyak menentukan bagaimana individu bertindak, akan tetapi sikap dan tindakan nyata seringkali jauh berbeda. Hal ini dikarenakan tindakan nyata tidak hanya ditentukan oleh sikap semata namun juga ditentukan faktor eksternal lainnya.

Menurut penuturan R.Tantiningsih dalam Wawasan 14 Mei 2005, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar beberapa sikap dan perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan dapat hindari, diantaranya: Pertama, menyiapakan tenaga pendidik yang benar-benar profesional yang dapat menghormati siswa secara utuh. Kedua, guru merupakan key succes factor dalam keberhasilan budi pekerti. Dari guru siswa mendapatkan action exercise dari pembelajaran yang diberikan. Guru sebagai panutan hendaknya menjaga image dalam bersikap dan berperilaku. Ketiga, Budi pekerti dijadikan mata pelajaran khusus di sekolah. Kempat, adanya kerjasama dan interaksi yang erat antara siswa, guru (sekolah), dan orang tua.

Terkait dengan hal di atas, Hasil temuan dari universitas Harvard bahwa 85 % dari sebab-sebab kesuksesan, pencapaian sasaran, promosi jabatan, dan lain-lain adalah karena sikap-sikap seseorang. Hanya 15 % disebabkan oleh keahlian atau kompetensi teknis yang dimiliki (Ronnie, 2005:62).

Namun sayangnya justru kemampuan yang bersifat teknis ini yang menjadi primadona dalam istisusi pendidikan yang dianggap modern sekarang ini. Bahkan kompetensi teknis ini dijadikan basis utama dari proses belajar mengajar. Jelas hal ini bukan solusi, bahkan akan membuat permasalahan semakin menjadi. Semakin menggelembung dan semakin sulit untuk diatasi.
Menurut Danni Ronnie M ada enam belas pilar agar guru dapat mengajar dengan hati. Keenam belas pilar tersebut menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. Enam belas pilar pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain:
1. kasih sayang,
2. penghargaan,
3. pemberian ruang untuk mengembangkan diri,
4. kepercayaan,
5. kerjasama,
6. saling berbagi,
7. saling memotivasi,
8. saling mendengarkan,
9. saling berinteraksi secara positif,
10. saling menanamkan nilai-nilai moral,
11. saling mengingatkan dengan ketulusan hati,
12. saling menularkan antusiasme,
13. saling menggali potensi diri,
14. saling mengajari dengan kerendahan hati,
15. saling menginsiprasi,
16. saling menghormati perbedaan.
Jika para pendidik menyadari dan memiliki menerapkan 16 pilar pembangunan karakter tersebut jelas akan memberikan sumbangsih yang luar biasa kepada masyarakat dan negaranya

 

  1. 2.      Pengertian dan isi kode etik guru

 

Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan …….Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.
  1. 3.      Persyaratan kompetensi menjadi guru

 

Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa

pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang

mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat

pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan

jenjang pendidikan tertentu.

 

Macam – macam kompetensi guru :

1. Yang dimaksud dengan guru sebagai agen pembelajaran (learning

agent) adalah peran guru antara lain sebagai fasilitator, motivator,

pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi

peserta didik.

2. Yang dimaksud dengan sehat jasmani dan rohani

kesehatan fisik dan mental yang memungkinka

melaksanakan tugas dengan baik. Kondisi kesehatan

tersebut tidak ditujukan kepada penyandang cacat.

3. Yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah

kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.

4. Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah

kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif,

dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.

5. Yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah

kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan

  1.     mendalam.

6. Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan

guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan

efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta

didik, dan masyarakat sekitar.

 

 

 

 

 

 

 

  1. 4.      Memahami UU Guru dan Dosen

 

Di dalam UU no 14 Tahun 2005mencakup kedudukan, fungsi, tujuan, prinsip profesionalitas, hak dan kewajiban dari guru dan dosen. Jadi guru harus memahami dan menerapkan  pembelajaran dan pendidikan yang baik. Agar mendapat perhatian dari peserta didik dan menjadi teladan untuk peserta didik.

 

  1. 5.      Mewujudkan ciri-ciri citra Guru Efektif

Guru merupakan ujung tombak pendidikan yang sangat berpengaruh dalam menentukan mutu pendidikan, demikian kata Drs, Ramli saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Bimbingan Teknik KTSP dan Pengembangannya, pada hari Sabtu, 26 Juni 2010 di Aula MTs N Dumai.
lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa untuk menjadi guru efektif ada 7 karakter yang harus dipenuhi oleh seorang guru, yaitu :

1. berfikir pro aktif
2. memiliki tujuan yang jelas (visi dan misi)
3. pandai membuat dan menentukan skala prioritas
4. berfikir menang-menang (win-win)
5. senang bekerja sama
6. memperhatikan orang lain
7. selalu belajar sepanjang waktu (Steven R Covey, 1994)

Guru efektif adalah guru yang memiliki sikap penuh perhatian, pantang menyerah, penjelasaanya mudah dipahami, mampu mengelola kelas dengan baik serta dapat meningkatkan seluruh kemampuan siswa ke arah yang lebih positif melalui pengajarannya.
Adapun ciri-ciri guru efektif menurut Davis dan Thomas (1989) antara lain mempunyai kemampuan yang terkait dengan : iklim belajar dikelas, strategi manajemen pembelajaran, pemberian umpan balik dan penguatan, serta peningkatan diri.

 

{by : Kelompok PP – PTI 2010 D, Fakultas Teknik, UM}

 

 

Kode Etik Guru

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia serta mengusai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab.

Guru bertanggung jawab mengantarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. Untuk itu, pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya, agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional dapat mewujudkan eksistensi bangsa dan negara yang bermakna, terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini.

Peranan guru semakin penting dalam era global. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional, setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, kompetetif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan di masa datang.

Dalam melaksanakan tugas profesinya guru menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan kode etik guru sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang baik dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik. Untuk itu makalah ini diberi judul Kode Etik Guru No. 7-9 Dan Implementasinya, karena akan membahas tentang implementasi kode etik guru terutama dari nomor 7 sampai 9, hambatan kode etik guru serta solusinya.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dari makalah ini antara lain:

Apa pengertian kode etik guru itu ?
Apa fungsi dari kode etik guru ?
Apa tujuan kode etik guru ?
Bagaimana implementasi kode etik guru ?
Apa yang menjadi hambatan dalam implementasi kode etik guru ?
Solusi apa yang dapat diambil dari hambatan tersebut ?

BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN KODE ETIK GURU
1. Kode Etik
Setiap profesi seperti jabatan dokter, notaris, arsitek, guru, dan lain-lain merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. Sama halnya dengan kata profesi sendiri, penafsiran tentang kode etik juga belum memiliki pengertian yang sama. Secara umum kode etik merupakan pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari-hari.

Kode etik juga sering mengandung peraturan-peraturan yang bertujuan membatasi tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur bagi para anggota profesi dalam berinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi.

Menurut pendapat Ketua Umum PGRI, Basuni bahwa kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan profesinya dan larangan-larangan, yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka, melainkan juga menyangkut tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat.

2. Kode Etik Guru
Kode etik guru merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman kerja, murid dan wali murid, pimpinan dan masyarakat serta dengan misi tugasnya. Menurut Oteng Sutisna bahwa pentingnya kode etik guru dengan teman kerjanya difungsikan sebagai penghubung serta saling mendukung dalam bidang mensukseskan misi dalam mendidik peserta didik.

Kode Etik Guru merupakan pedoman sikap dan perilaku yang bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang.

Menurut Basuni, Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru (PGRI, 1973). Menurutnya, kode etik guru Indonesia terdapat dua unsur pokok yaitu sebagai landasan moral, sebagai pedoman tingkah laku.

Kode etik guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat dan warga negara. Pedoman sikap dan perilaku yang dimaksud adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah.

Kode etik guru bersumber dari nilai-nilai agama dan Pancasila; nilai-nilai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional; serta nilai-nilai jati diri, harkat dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual.

3. Isi Kode Etik Guru
Berikut ini adalah isi kode etik guru di Indonesia, yaitu :

Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila.
Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional.
Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional.
Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

FUNGSI KODE ETIK GURU
Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas profesional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang profesional.

Biggs dan Blocher mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu :

Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah.
Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi.
Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.
Kode etik guru berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orang tua/ wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika dan kemanusiaan.

Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri, antara lain :

Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Untuk mengatur hubungan guru dengan murid, teman sekerja, masyarakat dan pemerintah.
Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya.
Penberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas.

TUJUAN KODE ETIK GURU
Pada dasarnya tujuan merumuskan kode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi profesi itu sendiri. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut:

Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
Dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat, agar mereka jangan sampai memandang rendah atau remeh terhadap suatu profesi. Oleh karena itu, setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi terhadap dunia luar. Dari segi ini, kode etik juga sering kali disebut kode kehormatan.

Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
Yang dimaksud kesejahteraan di sini meliputi baik kesejahteraan lahir (material) maupun kesejahteraan batin (spiritual atau mental). Dalam hal kesejahteraan lahir para anggota profesi, kode etik umumnya memuat larangan-larangan kepada para anggotanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang merupakan kesejahteraan para anggotanya. Dalam hal kesejahteraan batin para anggota profesi, kode etik umumnya memberi petunjuk-petunjuk para anggotanya untuk melaksanakan profesinya.

Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
Tujuan lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi, sehingga bagi anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.

Untuk meningkatkan mutu profesi
Kode etik memuat norma-norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya.

Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi, maka diwajibkan kepada setiap anggota untuk secara aktif berpartispasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi.

IMPLEMENTASI KODE ETIK GURU
Kode etik ke tujuh : Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.

Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, saling menasehati dan bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menunaikan tugas profesinya.
Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi.
Kode etik ke delapan : Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.

Guru menjadi anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya.
Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesama pengabdi pendidikan.
Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan, dan tindakan yag merugikan organisasi.
Kode etik ke sembilan : Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan.
Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian.
Guru berusaha membantu menyebarkan kebijaksanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya.
Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan di lingkungan atau di daerahnya dengan sebaik-baiknya.

Apabila kode etik guru nomor 7 sampai nomor 9 dijabarkan maka diperoleh sebagai berikut :

Hubungan Guru dengan Profesi :

Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi.
Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan.
Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya.
Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya.
Guru tidak boleh menerima janji, pemberian dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan profesionalnya.
Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggung jawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran.
Hubungan guru dengan Organisasi Profesinya :

Guru menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan.
Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan
Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya.
Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensis organisasi profesinya.
Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
Guru tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hubungan Guru dengan Pemerintah :

Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen, dan ketentuan Perundang-Undang lainnya.
Guru membantu Program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
Guru berusaha menciptakan, memelihara dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan UUD1945.
Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
Guru tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.

HAMBATAN DALAM IMPLEMENTASI KODE ETIK GURU
Masalah bagi kalangan pendidikan bukanlah belum adanya kode etik guru, melainkan sudah sejauh mana guru-guru di negeri ini mempelajari, memahami, dan mengaplikasikan kode etik guru tersebut, baik dalam mendidik anak bangsa ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga guru betul-betul menjadi suri teladan bagi seluruh komponen bangsa di mana pun berada.

SOLUSI DALAM MASALAH IMPLEMENTASI KODE ETIK GURU
Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Seperti misalnya kode etik guru profesional harus dibuat oleh dirinya sendiri. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain, karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.

Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan dapat juga membantu dalam merumuskan, tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus dilakukan oleh profesi yang bersangkutan. Supaya dapat berfungsi dengan baik, kode etik itu sendiri harus menjadi hasil self regulation (pengaturan diri) dari profesi.

Dengan membuat kode etik, profesi sendiri akan menetapkan hitam di atas putih untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bisa mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi secara terus-menerus.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Guru sebagai tenaga profesional memiliki kode etik sebagai ketentuan dasar yanga harus dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Kode etik tersebut mengatur tentang apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Kode etik merupakan pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari-hari. Kode Etik Guru merupakan pedoman sikap dan perilaku yang bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Terdapat 9 kode etik yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan profesi/ pekerjaanya.

Tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi, menjaga dan memelihara kesejateraan para anggota, meningkatkan pengabdian anggota profesi, dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi.

Pembelajaran Berbantuan Komputer

PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER DALAM

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

RESUME

Teknologi Pembelajaran merupakan suatu usaha yang sistematik dalam merancang, dan dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif. Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Pada awalnya Teknologi Pembelajaran dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Oleh karena itu, Teknologi Pembelajaran dapat diartikan sebagai gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan. Teknologi Pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis…..bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.

Teknologi pembelajaran (instructional technology) merupakan suatu bidang kajian khusus (spesialisasi) ilmu pendidikan dengan obyek formal ”belajar”pada manusia secara pribadi atau yang tergabung dalam suatu organisasi. Belajar tidak hanya berlangsung dalam lingkup persekolahan (lembaga pendidikan) ataupun pelatihan, melainkan juga pada organisasi misalnya keluarga, masyarakat, dunia usaha, bahkan pemerintahan. Belajar tidak hanya dilakukan oleh dan untuk individu, melainkan oleh dan untuk kelompok, bahkan oleh organisasi secara keseluruhan. Belajar itu ada di mana saja, kapan saja dan pada siapa saja, mengenai apa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kondisi dan keperluan atau kebutuhan. Oleh karena itu teknologi pembelajaran berupaya untuk memacu (merangsang) dan memicu (menumbuhkan) belajar. Maksudnya menekankan pada hasil belajar dan menjelaskan bahwa belajar adalah tujuannya dan pembelajaran adalah sarana untuk mencapai tujuan tersebut.

Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) merupakan suatu cara/metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi komputer sebagai media utamanya untuk mendapatkan hasil belajra yang optimal. Dengan kata lain, komputer sebagai jembatan penghubung antara siswa dengan guru dalam menyampaikan materi. Semua materi berada pada komputer sehingga siswa bisa mengulang materi sesuai dengan tingkat kecepatannya dalam  menangkap pelajaran.

Jadi teknologi pembelajaran dan pembelajaran berbantuan komputer mempunyai hubungan yang sangat erat. Pembelajaran Berbantuan Komputer termasuk dalam kawasan Pengembangan dalam Teknologi Pembelajaran. Kawasan Pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan.